
11 Agustus 2025 — Terdengar suara ratusan anak Pramuka yang sedang mempersiapkan tenda masing-masing untuk kegiatan yang akan mereka hadapi, yaitu Gema Kwarran Subang ke-55 dengan slogan
Berkarakter, Terampil, Berbudaya, dan Bertakwa”. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bola Sidodadi dan diikuti oleh Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, dan Pramuka Penegak. Berbagai macam kegiatan pun hadir di Gema Pramuka ke-55 ini, mulai dari upacara adat, pioneering, Saka Bhayangkara, hingga acara menarik lainnya.
Apa Itu Gema Pramuka Kwarran Subang?
Gema Pramuka adalah sebuah acara silaturahmi antarsesama Gugus Depan dari berbagai sekolah. Gema Pramuka Kwarran Subang juga sudah ada sejak 1971 karena pada tahun ini sudah diselenggarakan Gema Pra
muka ke-55. Kegiatan ini juga lebih banyak diisi materi daripada persaingan antargudep. Banyak sekali materi tentang kepramukaan yang disampaikan pada acara ini, mulai dari pioneering, Saka Bhayangkara, administrasi, dan berbagai materi lainnya.
Semangat Pramuka Hadir di Gema Pramuka ke-55
Gema Pramuka dimulai pada tanggal 11 Agustus 2025. Terdengar langkah kaki para anak Pramuka dan dentingan pasak tenda yang dipukul untuk membangun tenda setiap Gugus Depan. Setelah semua tenda di setiap sangga selesai didirikan, para anak Pramuka diarahkan berjalan menuju Lapangan Bola Sidodadi untuk menghadiri upacara pembukaan Gema Kwarran Subang ke-55.
Puluhan anak Pramuka yang terdiri dari berbagai tingkat dari SD, SMP, dan SMA hadir dalam pembukaan kegiatan ini. Diperkirakan sekitar 50 sekolah dari berbagai kalangan turut meramaikan kegiatan ini. Setelah upacara pembukaan selesai, kakak panitia mulai menginstruksikan seluruh peserta Gema Pramuka untuk bersiap ke acara selanjutnya, yaitu anjangsana. Dalam Pramuka, tradisi anjangsana adalah sebuah kegiatan untuk mengenal satu sama lain dari sekolah yang berbeda. Acara ini berlangsung selama satu jam sebelum peserta diarahkan untuk kembali menuju tenda masing-masing untuk beristirahat.
Materi Administratif dan Pioneering
Setelah salat Asar selesai, murid berduyun-duyun menuju tenda masing-masing untuk mempersiapkan kegiatan sore itu, yaitu pioneering dan materi administratif. Materi administratif dimulai di salah satu lapangan yang terletak di perumahan warga. Materinya membahas tentang seluk-beluk kepemimpinan Pramuka, dari tingkat sekolah hingga tingkat nasional.
Sementara itu, di Lapangan Sidodadi terdapat puluhan Penegak dari berbagai sekolah untuk membangun pioneering yang ditujukan untuk Pramuka Siaga dan Penggalang. Setelah acara materi administratif dan pioneering selesai, murid-murid diarahkan kembali ke tenda masing-masing untuk acara malam itu, yaitu upacara adat. Seluruh peserta Pramuka diarahkan untuk mengenakan baju batik guna menjaga kesakralan upacara adat tersebut.
Upacara Adat dan Pertunjukan Pentas Seni
Terdengar teriakan para kakak panitia yang sedang mengarahkan peserta untuk melaksanakan upacara adat. Acara pun akhirnya dimulai. Terdengar teriakan pemimpin upacara untuk memberikan hormat saat pros
esi upacara adat dimulai. Pedang kehormatan pun dibuka sebagai tanda suksesnya sesi upacara adat malam itu.
Setelah sesi upacara adat selesai, seluruh peserta diarahkan menuju salah satu bagian Lapangan Sidodadi karena akan ada acara pentas seni yang begitu meriah.
Pentas seni dimulai dari salah satu SD yang memberikan pertunjukan Paskibra yang begitu memukau. Kemudian dilanjutkan oleh beberapa sekolah sampai Pangkalan SMAIT As-Syifa Wanareja.
Pangkalan SMAIT As-Syifa Wanareja atau yang lebih dikenal dengan nama Saifuddin Qutuz menunjukkan performa yang luar biasa memukau. Awalnya, pentas dibuka dengan pembacaan pantun, kemudian berlanjut menuju yel-yel yang begitu memukau. Bahkan, para penonton pun antusias mengikuti yel-yel dari Saifuddin Qutuz.
Setelah pentas dari SMAIT As-Syifa Wanareja selesai, dilanjutkan lagi dengan pentas dari beberapa sekolah sebelum akhirnya para peserta diarahkan kembali ke tenda masing-masing karena esok akan ada acara yang lebih seru.
Senam Pagi dan Berbagai Materi
Saat itu, denting jam sudah menunjukkan pukul enam. Terlihat beramai-ramai peserta sudah memadati Lapangan Sidodadi dan bersiap untuk senam bersama. Lagu senam pun diputar. Terlihat ratusan peserta mulai mengikuti pemandu senam. Tawa dari masing-masing peserta terdengar begitu renyah, menandakan betapa serunya senam itu berlangsung.
Setelah kegiatan senam usai, murid-murid berbondong-bondong pergi menuju tenda masing-masing karena setelah ini akan ada berbagai materi yang wajib diikuti oleh seluruh peserta.
Materi Navigasi Darat
Murid-murid yang mengikuti navigasi darat diperintahkan untuk pergi ke sebelah Lapangan Delta Park. Di sana, murid-murid diajarkan cara menggunakan kompas bidik secara keseluruhan dan cara membuat peta pita.
Antusiasme peserta begitu tinggi saat mengikuti navigasi darat. Hal ini terbukti dari peserta yang terus mengotak-atik kompas yang dipegang sambil bertanya kepada kakak pemateri. Setelah para peserta mendapat materi yang diajarkan, mereka disuruh untuk mempraktikkan cara menggunakan peta pita dan kompas bidik dengan baik.
Materi JOTA-JOTI
Sementara beberapa peserta lainnya diajak untuk mengikuti materi JOTA-JOTI. Di sini, para peserta diajarkan cara untuk mendaftarkan JOTA-JOTI.
JOTA-JOTI adalah sebuah acara Pramuka internasional. JOTA merupakan singkatan dari Jamboree on the Air, yang menggunakan radio amatir, sedangkan JOTI merupakan Jamboree on the Internet, yang menggunakan peralatan yang mendukung internet. Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 1957, dan tahun ini acara akan dilaksanakan pada tanggal 16–18 Oktober.
Materi Saka Bhayangkara
Sementara beberapa peserta lainnya mengikuti materi Saka Bhayangkara. Saka Bhayangkara adalah Satuan Karya Pramuka yang bergerak di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatannya meliputi lalu lintas, kebhayangkaraan, dan pengabdian masyarakat. Anggotanya umumnya merupakan Pramuka Penegak dan Pandega yang ingin mengembangkan keterampilan khusus. Saka ini dibina dengan melibatkan unsur Polri, tetapi anggotanya tetap merupakan Pramuka.
Terdengar beberapa murid menyimak materi dengan begitu lengkap. Bahkan, beberapa pertanyaan pun dilontarkan untuk menjawab rasa penasaran para peserta.
Berbagai Permainan Tradisional Hadir di Fun Game Gema Pramuka
Sementara di sore harinya, para peserta Gema Pramuka diajak menuju ke salah satu lapangan di pinggir jalan untuk mengikuti acara fun game. Acara fun game ini diisi dengan berbagai permainan tradisional seperti congklak, lompat tali menggunakan tali karet, menerbangkan layangan, dan beberapa permainan seru lainnya.
Para peserta terlihat begitu bahagia mengikuti acara ini. Mereka menikmati permainan tradisional dengan canda dan tawa. Setelah acara fun game selesai, para peserta diperintahkan kembali ke tenda masing-masing karena malamnya akan ada acara api unggun.
Acara Api Unggun yang Begitu Sakral dan Magis
Sekitar pukul delapan malam, seluruh peserta sudah berkumpul di Lapangan Bola Sidodadi untuk melaksanakan upacara api unggun. Upacara api unggun dalam kegiatan kepramukaan sudah begitu lekat dan dalam. Hal ini dikarenakan api menjadi salah satu simbol semangat, keberanian, dan kebersamaan dalam tradisi Pramuka.
Sebelum penyalaan api unggun, ada 10 orang yang sudah mengelilingi api unggun. Setiap orang akan membacakan Dasadarma yang merupakan salah satu identitas kuat dari Pramuka. Satu demi satu anak Pramuka mulai membaca Dasadarma masing-masing sambil menyalakan obor satu sama lain.
Para peserta upacara pun mengikuti acara ini dengan khidmat dan tenang. Setelah akhirnya api unggun dinyalakan, terlihat api besar yang terang benderang menyinari seantero bumi perkemahan. Hal tersebut menandakan bahwa pengabdian Pramuka harus seperti api unggun ini, terang benderang dalam menyebarkan kebaikan dan kebermanfaatan satu sama lain.
Setelah acara penyalaan api unggun selesai, akhirnya rangkaian berbagai pentas seni terakhir pun dimulai. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Penonton pun begitu banyak dan bersemangat hingga pentas seni terakhir selesai. Setelah pentas seni terakhir, para peserta diarahkan kembali menuju tenda masing-masing karena esok hari adalah hari penutupan Gema Pramuka Kwarran Subang, upacara HUT Pramuka ke-64, dan pelantikan Garuda.
HUT Pramuka dan Pelantikan Pramuka Garuda
Akhirnya, 14 Agustus pun tiba, menandakan 64 tahun Pramuka berdiri di tanah air. Terdengar sorak-sorai peserta Pramuka saat akhirnya upacara HUT Pramuka dibuka. Terdengar teriakan pemimpin upacara untuk mempersiapkan barisan peserta.
Setelah berbagai rangkaian upacara HUT Pramuka selesai, sebelum amanat dari pembina upacara, barisan Pramuka yang dilantik menjadi Garuda pun mulai memasuki lapangan dan berbaris rapi. Pembina upacara menaiki podium dan membacakan sumpah Dwi Satya untuk Pramuka Siaga dan Trisatya untuk Pramuka Penggalang dan Penegak.
Mereka yang bersumpah dengan janji Trisatya diminta menaruh kacu di depan jantung sebagai bukti keseriusan mereka dalam menjadi Pramuka Garuda. Setelah pelantikan Pramuka Garuda selesai, amanat pembina upacara pun diberikan. Dalam amanatnya, pembina upacara mengatakan bahwa semangat kepramukaan harus terus membungkus dan menjadi bagian dari seluruh peserta.
Setelah amanat dari pembina upacara selesai, maka selesai juga seluruh rangkaian kegiatan Gema Pramuka ke-55.
Setelah acara selesai, para peserta diarahkan menuju acara terakhir, yaitu mempersiapkan barang-barang dan melepas tenda untuk dibawa ke sekolah masing-masing. Harapannya, kegiatan kepramukaan ini bisa menjadi inspirasi bagi murid dalam mendisiplinkan diri dan mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat.



