SKN Putra 2026: Meriahkan Perlombaan dan Acara Puncak Bersama Warga Cibitung

1 Juli 2026 – Senja itu, tepat setelah Asar, murid-murid sedang menyiapkan beberapa barang yang akan dipakai sore ini, yaitu perlombaan yang akan disediakan oleh pihak Zefo

Keseruan Pelaksanaan Makrab DI SKN 2026
Keseruan Pelaksanaan Makrab DI SKN

rta untuk memeriahkan SKN

Zeforta. Akhirnya, perlombaan dimulai. Para warga dengan semangat mulai berlari riang menemui panitia untuk mengikuti perlombaan. Kekehan dan candaan para warga terdengar begitu meriah, menandakan bahwa perlombaan kali ini berhasil menghiasi hati para warga.

Sementara malam itu, para warga diajak oleh panitia untuk menghadiri acara puncak Sekolah Kerja Nyata yang terletak di lapangan SDN Cibitung. Para warga pun beramai-ramai datang untuk menyaksikan pertunjukan dari para panitia Sekolah Kerja Nyata, dari penampilan solo gitar sampai berpuisi berantai. Bagaimana keseruan kegiatan sore dan malam ini? Ayo, kita selidiki.

Mengenal Sekolah Kerja Nyata (SKN) 2026

Sekolah Kerja Nyata merupakan sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh murid dari SMAIT As-Syifa Wanareja. Kali ini, Sekolah Kerja Nyata Zeforta akan dibarengi dengan berbagai kegiatan seru seperti SERMABU, BASA, LANDAK, sekaligus pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Kali ini, pelaksanaan Sekolah Kerja Nyata dilaksanakan di Desa Cipunegara dengan nama bagian Desa Cibitung.

RARAMEAN Meriahkan Perlombaan Antarwarga

Petang membungkus lagu, para warga beramai-ramai menuju masjid untuk mengikuti perlombaan yang disiapkan oleh para panitia Sekolah Kerja Nyata. Perlombaan dimulai dari estafet dengan para ibu warga. Ada tiga tantangan yang akan dihadapi oleh para warga.

Pertama, para warga yang berpartisipasi harus mengantar karet dengan sebuah sedotan. Para pemain berusaha cukup keras untuk mengantarnya. Setelah salah satu pemain menaruh sedotan itu, akhirnya tantangan pun berlanjut.

Tantangan kali ini adalah mencari koin yang terkubur dalam tepung dan harus menggunakan mulut. Beberapa warga terbahak saat melihat muka temannya yang cemong karena terkena tepung. Sementara di tempat tantangan selanjutnya, para warga sudah mengikat sebuah paku bersama tiga orang. Permainan pun dimulai.

Dengan presisi tinggi dan kerja sama tim yang mumpuni, perlahan demi perlahan warga mulai membawa paku tersebut menuju ke bawah botol. Perlahan tetapi pasti, akhirnya salah satu kelompok berhasil memasukkan paku ke dalam botol. Rasa senang menyelimuti kelompok yang menang.

Sementara itu, beberapa meter dari tempat pelaksanaan lomba estafet, dua tiang tinggi telah disiapkan untuk memeriahkan lomba selanjutnya, yaitu lomba panjat pinang. Di atas tiang terdapat banyak sekali hadiah yang sudah disiapkan, dari ember, sapu, uang tunai, dan banyak lagi. Sepanjang batang bambu juga telah diolesi oli yang begitu licin, membuat permainan ini semakin menantang.

Satu per satu warga mulai mencoba naik ke atas. Awalnya, beberapa warga kesusahan, dengan kesabaran dan ketekunan yang tinggi, murid berhasil naik ke atas dan mendapatkan barang-barang. Sementara ibu-ibu pun tidak mau kalah. Para ibu-ibu juga ikut memanjat pohon pinang. Namun, tidak dipercaya, para ibu-ibu berhasil sampai di atas pohon tanpa bantuan dari warga laki-laki ataupun panitia Sekolah Kerja Nyata.

Jam demi jam pun berlalu. Akhirnya, kegiatan di sore itu selesai. Para warga pun diarahkan pulang karena malam itu akan ada acara puncak yang begitu meriah.

MAKRAB Puncak Sekolah Kerja Nyata         

Terdengar hiruk-pikuk warga beramai-ramai berjalan menuju lapangan SDN Cikendung karena malam ini akan ada acara besar yang menanti mereka. Sementara itu, di SDN Cikendung, beramai-ramai para panitia SKN mempersiapkan acara besar mereka. Barang demi barang dibawa, film demi film yang akan diputar pun dipersiapkan sebaik mungkin, termasuk para performer yang akan tampil di atas panggung nanti.

MAKRAB pun dimulai. Acara dibuka dengan penampilan gitar dari panitia SKN. Melodi indah yang dimainkan oleh performer membuat para penonton takjub saat mendengarnya. Setelah gitaris selesai memainkan lagunya, acara diteruskan dengan pembacaan puisi berantai yang dibacakan oleh beberapa panitia.

Isi puisi berisi tentang keseruan-keseruan murid dan kebaikan para warga dalam membantu murid untuk memeriahkan kegiatan. Para warga yang menyaksikan puisi tersebut sambil teringat masa-masa saat dibantu oleh para panitia SKN.

Acara utama pun selesai, maka dilanjut ke rundown terakhir, yaitu menonton film Panggil Aku Ayah yang merupakan film terlaris karena dramanya begitu mendalam. Para penonton, setelah film selesai dengan akhir yang begitu menyentuh, akhirnya para warga diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah begitu gelap.

“Menurut saya, program penutup dari puncak SKN adalah yang terbaik. Di sini kami merasakan dampak mereka yang begitu nyata di sekitar kami. Bahkan, saya berharap kegiatan SKN ini yang akan dipegang adik kelas saya akan lebih berdampak dibanding SKN kami,” ucap salah satu panitia Sekolah Kerja Nyata yang berkontribusi cukup besar dalam pelaksanaannya.

Harapannya, setelah kegiatan MAKRAB ini beres, bisa menjadi berkah bagi para penduduk Cikendung ataupun bagi panitia itu sendiri.