Parade IKASA Home Coming
Subang 20 Januari 2026– IKASA Homecoming merupakan salah satu acara tahunan paling dinantikan para santri. Suasana terasa sangat berbeda di hari itu, seharusnya akan ada acara literasi yang sering diadakan di hari Sabtu, kini tiada. Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026, IKASA (Ikatan Keluarga Alumni As-Syifa) kembali dihadirkan, mereka yang datang pada tahun ini adalah mantan angkatan kelas 12 yaitu Veintagros. Mereka akan kembali untuk membagi dan sharing pengalaman setahun di kampus sekaligus memberikan motivasi kepada santri SMAIT.
Pada hari itu, mereka akan diingatkan kembali bagaimana mereka dibesarkan di sekolah ini yang telah dianggap sebagai rumah mereka sendiri. Mereka akan kembali bertemu teman lama dan menciptakan acara reuni formal yang sangat hangat. Masing-masing mereka bertukar cerita bagaimana kesulitan di kampus beserta kesusahan lainnya, namun ajang temu ini bukan sekadar temu kangen. Kepulangan alumni ini membawa misi besar: menyalakan pelita harapan dan membagikan peta jalan menuju perguruan tinggi bagi adik-adik mereka, sebagaimana mereka dulu pernah merasakan.
Di bawah temaram lampu dan suasana malam yang hangat, pembicaraan serta diskusi mengalir dengan penuh kejujuran. Alumni dari angkatan Raventheus tidak hanya bicara kesuksesan masuk PTN, namun juga cara bangkit dari kekalahan di jalur seleksi hingga pentingnya manajemen waktu. Mereka menekankan bahwa kegagalan di satu jalur seleksi hanyalah sebuah pengalihan jalan menuju posisi yang lebih terbaik dari sebelumnya. Asalkan mempunyai tekad baja maka semua halangan dapat diruntuhkan.
Puncak dari kesenangan dalam acara IKASA ini yaitu parade IKASA yang dilaksanakan keesokan pagi harinya, hari Sabtu. Jika sesi kemarin diperuntukkan untuk kelas 12, sekarang acara bisa dirasakan oleh kelas 11 dan 10. Ini adalah fenomena paling dinanti, di mana mimpi-mimpi yang selama ini merupakan tulisan di atas kertas mendadak menjelma menjadi kenyataan yang kasatmata.
Diiringi suara lantang pembawa acara (MC) yang membahana melalui pengeras suara ke lapangan sekolah, suasana berubah menjadi begitu heroik. Estafet inspirasi kini jatuh di tangan angkatan Veintagros pada pagi hari itu. Satu per satu, MC menyebutkan deretan universitas bergengsi dengan penuh kebangaan. Setiap kali nama-nama universitas dipanggil, sorak-sorak memenuhi lapangan dan di saat yang sama barisan dari universitas yang dipanggil masuk ke lapangan. Mereka berjalan dengan gagah dan berwibawa sambil mengenakan jaket almameter kebangaan kemudian berhenti sebentar di tengah lapangan.
Di tengah lapangan, mereka berdiri tegak sejenak, memberikan penghormatan atau bahkan memberikan jargon terbaik dari universitas mereka. Warna-warni jaket almamater terus bermunculan, dari yang paling ikonik yaitu warna kuning, biru tua yang elegan, merah yang membara, hingga hijau yang meneduhkan. MC terus membacakan daftar panjang institusi dengan artikulasi yang penuh energi.
Dimulai dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga hingga Universitas Brawijaya di paling terakhir dengan jumlah lulusan yang paling banyak. Tak ketinggalan, jalur pengabdian untuk negara ikut terpanggil, salah satunya pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dengan seragam kedinasan yang tegap dan kokoh memberikan warna tersendiri. Terdapat juga Universitas Swasta seperti BINUS turut hadir memeriahkan acara IKASA 2026.
Walaupun ada alumni yang diterima ke Universitas Luar Negeri, namun mereka tidak bisa hadir dikarenakan jauh dari lokasi dan jadwal mereka yang sangat padat. Akan tetapi tanpa kehadiran PTLN, pemandangan ini menjadi visual booster yang sangat luar biasa bagi para murid, khususnya kelas 11 yang sebentar lagi akan menjadi kakak tingkat yang paling tinggi sesuai liburan puasa.
Parade angkatan Veintagros ini bukan sekadar ajang pamer identitas, melainkan bukti usaha atas apa yang mereka telah lakukan. Ketua angkatan Veintagros memberikan pidato singkat sebagai penutup.
“Kita harus menyeimbangkan kualitas dan kuantitas. Tujuan hidup harus diperjelas. Prinsip diri harus dipertegas!” Ucapnya di hadapan ratusan murid.
Maka berakhirlah acara IKASA tahun 2026, Sorak-sorak yang memenuhi udara bukan sekadar tangan adik-adik mereka agar menyusul ke puncak yang sama, melainkan bentuk apresiasi dan doa yang tulus dari seluruh keluarga besar SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Hari itu, kta tidak hanya melepas kepulangan para alumninya, tetapi juga sedang mempersiapkan barisan pemimpin masa depan yang suatu saat nanti akan kembali dengan cerita sukses yang sama.
Murid dari SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Berorganisasi di Multimedia Creative di bidang Jurnalistik sekaligus anggota inti tim OSN MTK.