
Penyampaian Tarhib Ramadhan
Subang, 16 Februari 2026- Suasana syahdu menyelimuti kawasan perbukitan Wanareja, Subang, saat matahari mulai terbenam. Di tengah kompleks pendidikan
SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja, berdiri megah
Masjid An-Najah, sebuah pusat peradaban santri yang menjadi saksi bisu persiapan spiritual menjelang bulan suci. Tepat pada hari
Senin, 16 Februari 2026, kegiatan Tarhib Ramadhan digelar dengan penuh khidmat, mempertemukan seluruh civitas akademika dalam satu simpul ukhuwah untuk menyambut “tamu agung” yang dinanti.
Sekilas Tentang Masjid An-Najah dan Kegiatan Tarhib Ramadhan
Masjid An-Najah bukan sekadar bangunan fisik; ia adalah pusat detak jantung kegiatan religius bagi para
santri. Sejak berdirinya kampus Wanareja sebagai pengembangan dari
Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, masjid ini telah menjadi tempat utama bagi pembentukan karakter Rabbani. Di sinilah para santri ditempa melalui program
Bina Pribadi Islami (BPI), Tahfidz Al-Qur’an, hingga kajian-kajian kitab yang mendalam.
Kegiatan Tarhib tahun ini terasa sangat istimewa dengan kehadiran tokoh yang inspiratif, Ustaz Fazry Fauzan Rajabani Firdaus, atau yang lebih akrab disapa Ustaz Fazry. Sejak pagi hari, para santri telah memadati area utama masjid dengan pakaian putih bersih, mencerminkan kesucian niat mereka. Ustaz Fazry hadir membawa pesan-pesan yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir para santri mengenai urgensi bulan Ramadhan dalam lintasan sejarah peradaban Islam.
Materi Tarhib : Menelusuri Sejarah
Dalam kajian utamanya di Masjid An-Najah, Ustaz Fazry mengajak para santri untuk menengok kembali sejarah panjang diwajibkannya puasa Ramadhan. Sejarah mencatat bahwa perintah puasa tidak serta merta turun begitu saja. Secara historis, puasa Ramadhan baru diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah, tak lama setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berhijrah ke Madinah.
Ustaz Fazry menekankan bahwa esensi menahan diri (imsak) sebenarnya telah ada jauh sebelum itu. Para nabi terdahulu, seperti Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, hingga Nabi Musa AS, telah mempraktikkan berbagai bentuk puasa sebagai wujud syukur atau taubat. Perintah bagi umat Islam melalui surat Al-Baqarah ayat 183 menegaskan bahwa puasa adalah kelanjutan dari syariat umat-umat terdahulu agar manusia mencapai derajat takwa.
Sebut saja Perang Badar Al-Kubra yang terjadi pada tahun kedua Hijriah, di mana pasukan Muslim yang berjumlah sedikit mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Kemenangan tersebut diraih dalam kondisi para sahabat sedang menjalankan ibadah puasa. Pelajaran sejarah ini diselipkan oleh Ustaz Fazry untuk memotivasi para santri bahwa puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan atau produktivitas menurun. Sebaliknya, puasa harus menjadi bahan bakar bagi prestasi akademik dan organisasi di lingkungan sekolah.
Efek Tarhib Ramadhan
Bagi santri
SMAIT As-Syifa Wanareja, Ramadhan adalah momentum transformasi. Di Masjid An-Najah, tarhib bukan sekadar seremoni, melainkan proses persiapan memasuki Bulan Ramadhan. Sejarah menunjukkan bahwa bulan ini bukan hanya waktu untuk lapar dan haus, melainkan bulan kemenangan, seperti kemenangan dalam Perang Badar yang juga terjadi di bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah.
Melalui bimbingan Ustaz Fazry, sekolah menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam yang dipadukan dengan standar pendidikan modern. Sebagaimana prestasi sekolah yang berhasil menembus ranking nasional, pencapaian spiritual santri di masjid juga diharapkan setinggi prestasi akademik mereka. Tarhib ini menjadi pengingat bahwa kekuatan fisik santri harus selaras dengan kekuatan iman.
Melalui bimbingan para guru dan ceramah dari Ustaz Fazry, sekolah menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam yang dipadukan dengan standar pendidikan modern. Sebagaimana prestasi SMAIT As-Syifa Wanareja yang terus menanjak dalam pemeringkatan sekolah nasional, pencapaian spiritual santri di dalam masjid juga diharapkan mampu berjalan beriringan.
Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang bergema dari Masjid An-Najah pada Senin pagi itu menandai kesiapan penuh lingkungan SMAIT As-Syifa Wanareja. Dengan memahami sejarah dan urgensi puasa yang dipaparkan oleh Ustaz Fazry, para santri diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat para salafus shalih. Tarhib Ramadhan di masjid ini adalah gerbang awal menuju perubahan diri yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Murid di SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja sejak 2024, yang sebelumnya juga menempuh pendidikan tingkat menengah pertama di SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Saat ini aktif sebagai Ketua Divisi Jurnalistik Tim Media Sekolah.