![]()
Salah satu sesi yang paling dinanti dalam rangkaian kegiatan IKASA Homecoming adalah Talkshow Alumni IKASA SMA IT Assyifa Wanareja Putri. Sesi ini terasa berbeda karena bukan sekadar pemaparan materi, melainkan ruang berbagi cerita nyata dari para alumni tentang perjalanan mereka menembus perguruan tinggi, penuh tantangan, kegagalan, dan akhirnya keberhasilan.
Melalui talkshow ini, siswi SMA IT Assyifa Wanareja Putri diajak melihat dunia perkuliahan dari sudut pandang orang-orang yang pernah duduk di bangku yang sama, merasakan kebingungan yang sama, dan menghadapi tekanan seleksi masuk perguruan tinggi yang tidak mudah.
![]()
Talkshow sesi pertama dimoderatori oleh Eca dan Pejoy, dengan pembicara Zata (SNBP), Nici, Zulfa, dan Rayya (SNBT), serta Abel (Jalur Prestasi). Sesi ini membuka wawasan siswi tentang perbedaan karakter setiap jalur masuk PTN.
Para alumni menjelaskan bahwa SNBP bukan sekadar soal nilai tinggi, tetapi tentang konsistensi. Nilai rapor yang stabil, sikap belajar yang baik, serta rekam jejak selama di sekolah menjadi poin penting. Alumni juga mengingatkan bahwa usaha di kelas X dan XI sangat menentukan, bukan hanya saat kelas XII.
Berbeda dengan SNBP, SNBT menuntut kesiapan menghadapi tes. Alumni berbagi pengalaman tentang pentingnya latihan soal, memahami pola soal UTBK, serta mengelola stres saat ujian. Mereka menekankan bahwa gagal di try out bukan akhir segalanya, justru bisa menjadi bahan evaluasi untuk bangkit.
Sementara itu, jalur prestasi menjadi bukti bahwa bakat dan pencapaian nonakademik juga memiliki nilai besar, selama ditekuni dengan serius dan relevan dengan jurusan yang dituju.
![]()
Talkshow sesi kedua masih dipandu oleh Eca dan Pejoy, dengan pembicara Ziyyah (IUP), Lubna (Mandiri Tes), Talitha (Mandiri Rapor), Andin (PTS), dan Raissa (Gap Year). Suasana sesi ini terasa lebih reflektif karena membahas jalur-jalur yang sering dianggap “alternatif”, padahal sama berharganya.
Para alumni menjelaskan bahwa jalur mandiri bukan jalur cadangan, melainkan jalur dengan sistem seleksi yang berbeda. Ada yang berbasis tes, ada pula yang mempertimbangkan nilai rapor dan portofolio. Kuncinya adalah memahami karakter masing-masing kampus dan menyesuaikan strategi.
Pembahasan tentang IUP (International Undergraduate Program) juga menarik perhatian. Alumni menjelaskan bahwa jalur ini cocok bagi siswa yang siap dengan lingkungan internasional, penggunaan bahasa Inggris, serta tantangan akademik yang lebih global.
Tak kalah penting, alumni dari jalur PTS dan gap year menekankan bahwa setiap orang punya garis waktunya sendiri. Tidak lolos tahun ini bukan berarti gagal selamanya, selama tetap mau belajar, memperbaiki diri, dan mencoba kembali.
![]()
Salah satu cerita yang paling membekas datang dari kisah seorang alumni yang dengan jujur membagikan perjalanannya. Ia sempat ditolak oleh dua hingga tiga universitas yang menjadi targetnya. Rasa kecewa tentu ada, namun ia memilih untuk tidak berhenti di sana.
Alih-alih menyerah, alumni tersebut melakukan evaluasi besar-besaran, mengganti strategi, memperbaiki cara belajar, dan mencoba jalur lain dengan persiapan yang lebih matang. Proses itu tidak mudah, tetapi justru menguatkan mental dan kepercayaan dirinya. Pada akhirnya, ia berhasil diterima di universitas terbaik yang sesuai dengan kemampuannya.
Kisah ini menjadi pengingat kuat bahwa kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju hasil yang lebih baik.
Dari Talkshow Alumni IKASA SMA IT Assyifa Wanareja Putri, siswi belajar bahwa tidak ada satu jalur yang pasti cocok untuk semua orang. Ada yang berhasil lewat SNBP, ada yang berjuang di SNBT, ada yang menemukan jalannya melalui mandiri, IUP, PTS, bahkan gap year.
Yang paling penting bukan jalurnya, tetapi ketekunan, kesiapan mental, dan keberanian untuk bangkit ketika gagal. Para alumni hadir bukan sebagai sosok yang sempurna, tetapi sebagai bukti nyata bahwa proses panjang dan penuh perjuangan bisa berakhir dengan hasil yang membanggakan.
Talkshow ini bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga menanamkan harapan dan semangat baru bagi siswi SMA IT Assyifa Wanareja Putri. Melalui cerita nyata para alumni, siswi diajak untuk percaya bahwa setiap usaha memiliki jalannya sendiri, dan setiap mimpi layak diperjuangkan sampai akhir.
Murid SMAIT As-syifa Boarding School Wanareja. Aktif berorganisasi di bidang media, divisi jurnalistik Assyifa Digital Creative.