School Info
Monday, 27 Apr 2026
  • Selamat Datang di Website SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja
  • Selamat Datang di Website SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja
27 April 2026

Menantang Strawberry Generation: Talkshow Rektor ITB di ASFERA 2026

Mon, 27 April 2026 Read 2x Info Sekolah / Kegiatan Murid
Talkshow Rektor ITB, Pak Tatacipta Dirgantara

Talkshow Rektor ITB, Pak Tatacipta Dirgantara

Subang, 12 April 2026-Panggung Grand Opening ASFERA 2026 di Kampus As-Syifa Boarding School Sagalaherang, Kabupaten Subang, tidak hanya menjadi saksi pembukaan festival pelajar bergengsi tetapi juga menjadi ruang diskusi yang hidup dan penuh makna. Di atas panggung yang sama, hadir sosok yang tidak asing di dunia pendidikan nasional yaitu Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2025–2030, yang membawakan talkshow inspiratif di hadapan ratusan pelajar, guru, dan tamu undangan yang memadati acara.

 Kehadiran Pak Tatacipta di panggung ASFERA 2026 menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara pembukaan. Dengan gaya bicara yang lugas namun hangat, beliau mengangkat topik yang sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini yaitu fenomena “Strawberry Generation” dan bagaimana anak-anak muda Indonesia bisa bangkit melampaui stigma tersebut.

Generasi Strawberry Menurut Rektor ITB: Indah di Luar, Rapuh di Dalam

 Istilah “Strawberry Generation” bukanlah hal baru di dunia pendidikan, namun di tangan Pak Tatacipta, pembahasan ini terasa segar dan mengena. Generasi stroberi, yang merupakan sebuah metafora yang menggambarkan generasi muda yang tampak menarik dan penuh potensi di permukaan, namun mudah hancur ketika berhadapan dengan tekanan dan tantangan nyata, disebut sebagai salah satu tantangan terbesar yang sedang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia, bahkan dunia.

 Generasi Z, yang sebagian besar kini mengisi bangku-bangku sekolah menengah dan perguruan tinggi, tumbuh dalam lingkungan yang serba nyaman, serba instan, dan dipenuhi oleh stimulasi digital yang tiada henti. Di satu sisi, mereka adalah generasi yang paling terhubung dengan informasi, paling melek teknologi, dan paling fasih dengan perubahan. Namun di sisi lain, kenyamanan itu kerap menjadi jebakan yang melemahkan daya juang, menurunkan toleransi terhadap kegagalan, dan mengikis kemampuan untuk bertahan dalam proses panjang yang tidak selalu menyenangkan.

 Rektor ITB tersebut menekankan bahwa menjadi generasi stroberi bukan sepenuhnya kesalahan para pemuda itu sendiri. Sistem, lingkungan, dan pola asuh turut membentuk karakter ini. Namun yang terpenting, kata beliau, adalah kesadaran bahwa kondisi ini bisa diubah, dan perubahan itu dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Resep Menjadi Generasi yang Tangguh oleh Rektor ITB

 Dalam talkshow tersebut, Pak Tatacipta tidak berhenti pada diagnosis semata. Beliau juga menawarkan pandangan tentang bagaimana generasi muda, khususnya para pelajar yang hadir di ASFERA 2026, bisa bertransformasi dari generasi yang rapuh menjadi generasi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

 Salah satu kunci yang beliau tekankan adalah pentingnya membangun mentalitas proses. Di era yang serba cepat dan instan, banyak anak muda yang terbiasa mengharapkan hasil tanpa mau melewati perjuangan. Padahal, justru dalam proses itulah karakter dibentuk, kemampuan diasah, dan kedewasaan lahir. Kegagalan, menurut beliau, bukan tanda kehancuran, melainkan bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju keberhasilan.

 Selain itu, Pak Tatacipta juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan semangat kebersamaan, sebuah nilai yang sejalan dengan tema besar ASFERA 2026 itu sendiri: “The Rise of Unity, Ignite Your Destiny”. Generasi yang maju, tegasnya, adalah generasi yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu bersatu dan saling menguatkan satu sama lain.

Fenomena Salah Jurusan: Pelajaran dari Rektor ITB

 Satu lagi topik menarik yang disinggung Pak Tatacipta dalam sesi tersebut adalah fenomena salah jurusan, sebuah persoalan yang tidak hanya terjadi di kampus-kampus kecil, tetapi juga menjadi realita di perguruan tinggi paling bergengsi sekalipun, termasuk ITB.

 Sebagai Rektor ITB, beliau memahami betapa pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Fenomena salah jurusan, menurut Pak Tatacipta, sebagian besar berakar dari tekanan eksternal seperti pilihan yang didasarkan pada gengsi, ekspektasi orang tua, atau sekadar ikut-ikutan teman. Bukan dari pengenalan diri yang jujur dan mendalam.

 Pesan beliau kepada para pelajar yang hadir sangat tegas, yaitu kenali dirimu sebelum menentukan jalanmu. Eksplorasi minat dan bakat sejak dini, jangan takut untuk berbeda, dan jangan biarkan tekanan sosial mendikte keputusan terpenting dalam hidupmu. Karena jurusan yang “bergengsi” tapi tidak sesuai dengan passion dan kemampuan, pada akhirnya hanya akan melahirkan pelajar yang tidak bahagia, dan dunia tidak butuh generasi yang tidak bahagia dengan pilihan mereka sendiri.

Sosok di Balik Talkshow: Siapa Pak Tatacipta?

 Bagi yang belum mengenal, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. adalah Rektor Institut Teknologi Bandung periode 2025–2030, yang dilantik pada 20 Januari 2025. Beliau adalah Guru Besar sekaligus mantan Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, serta Ketua Kelompok Keahlian Mekanika Padatan dan Struktur Ringan.

 Perjalanan akademiknya panjang dan gemilang: menempuh S1 dan S2 di ITB, lalu melanjutkan studi doktoral di Wessex Institute of Technology sebelum dialihkan ke Queen Mary, Universitas London. Rekam jejaknya yang solid di dunia pendidikan dan riset menjadikan beliau salah satu tokoh akademik paling berpengaruh di Indonesia saat ini.

 Kehadiran sosok sekaliber Pak Tatacipta di panggung ASFERA 2026 tentu bukan kebetulan. Ini adalah sinyal kuat bahwa ASFERA bukan sekadar festival kompetisi biasa, melainkan ruang yang serius dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi masa depan dengan bekal yang tepat yaitu ilmu, karakter, dan semangat yang tak mudah padam.

Penutup: Api yang Tak Boleh Padam

 Talkshow Pak Tatacipta di atas panggung Grand Opening ASFERA 2026 meninggalkan kesan yang dalam bagi siapa saja yang hadir. Di hadapan ratusan pelajar yang masih berada di persimpangan jalan menuju masa depan mereka, beliau menyampaikan satu pesan sederhana namun berat maknanya: jadilah generasi yang tidak mudah layu. Jadilah bukan stroberi yang indah sebentar lalu hancur namun jadilah baja yang ditempa oleh proses, oleh kegagalan, oleh perjuangan, hingga terbentuk menjadi sesuatu yang benar-benar kuat dan bernilai.

This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

5 × three =

Agenda

25
Jun 2025
time : 15:11
Agenda is expired

Info Sekolah

SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja

NPSN 20404xxx
Blok Lw. Peuris RT/RW 07/02, Wanareja, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211
PHONE6281222111454
EMAILsmait-wanareja@assyifa-boardingschool.sch.id