
Usai Pengajian Orang Tua dan Beralih Berkumpul Bersama Musyrif di Sisi Masjid An-Najah
Subang, 27 Mei 2026– Ketika angin masih membawa embun pagi dan cahaya matahari masih hangat menyoroti daratan Subang, program pengajian orang tua SMA putra kembali digelar pada tanggal 23 Mei 2026, hari Sabtu. Momen kejadian langka yang jarang terjadi karena bertepatan sekali dengan kunjungan murid bulan Mei. Lokasi pengajian orang tua SMA putra pun dilakukan di dalam masjid SMA Putra yaitu Masjid An-Najah.
Pertama kita harus tahu terlebih dahulu, bahwa agenda pengajian orang tua ini bukan sekadar pertemuan biasa. Pihak sekolah sengaja mencampurkan kegiatan pengajian serta kunjungan berkala. Upaya ini dilakukan agar para orang tua yang datang dari berbagai kota serta daerah, baik dari Subang maupun luar Subang, bisa mendapatkan asupan spiritual sekaligus di waktu yang bersamaan melepas rindu dengan buah hati alias anak mereka dalam kurun satu waktu.
Sejak pukul 09:00 WIB, area parkir wilayah kompleks Putra sudah dipadati oleh kendaraan beroda empat dan roda dua milik wali murid. Lelah dalam perjalanan seketika runtuh menyaksikan dan bertemu dengan buah hati, walaupun masih dalam kondisi KBM atau Kegiatan Belajar Mengajar, para murid bisa mencuri sela-sela waktu ketika jam istirahat telah tiba. Berikutnya para orang tua dipandu untuk pergi ke dalam masjid An-Najah, bersiap mengikuti serangkaian Pengajian pagi.
Usai telah mencatat nama orang tua yang turut hadir dalam acara ini, kedua orang tua harus memisahkah diri menuju tempat duduk yang telah disediakan. Sesuai dengan adat kesopanan dan ketertiban asrama yang sesuai dengan syariat. Shaf antara jemaah bapak-bapak dan ibu-ibu dipisah dan dibatasi menggunakan pembatas kain. Sambil menunggu acara inti dimulai, para orang tua dapat bercakap-cakap sekaligus bersilaturahmi dengan orang tua lain dengan membahas berbagai topik yang menyenangkan.
Acara dimulai dengan pembuka oleh pembawa acara atau MC, ustad Gusofi yang membawakan acara dengan bahasa yang sopan dan terdengar tenang didengar, kemudian beliau menyapa para hadirin yang telah bersedia hadir di acara ini dan sempat meluangkan waktu para wali murid. Selanjutnya ustad Gusofi membacakan susunan kegiatan pengajian pagi itu, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran oleh perwakilan murid kelas 11, sambutan dari pihak sekolah hingga acara inti yaitu tausiyah agama dan terakhir doa.
Seusai pembacaan lantunan ayat suci Al-Quran, akan ada penyampaian sambutan dari pihak sekolah SMA Putra. Beliau menyampaikan penuh rasa syukur serta memberikan ucapan terima kasih, ia juga mengantarkan pentingnya menjaga komunikasi yang kuat antara asrama dan santri. Setelah sambutan dari pihak sekolah selesai disampaikan, tibalah pada acara utama. Di sesi inilah yg akan menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan pengajian orang tua, di mana untaian nasihat tausiyah disampaikan secara lembut namun bertenaga.
MC dengan pelan menyuguhkan pemateri untuk maju ke depan. Beliau kemudian berdiri dan duduk di tempat yang telah disediakan, hening sebelum sesaat mengucapkan salam dengan lantang dan penuh bersemangat disusul dengan para jamaah. Pada pemateri pengajian orang tua kali ini, semua hadirin mendengar penuh saksama, tatapan tertuju lurus ke depan. Penyampaian materi yang begitu dalam, tanpa sadar telah sampai di penghujung acara.
Sebelum mengakhiri sesi pengajian, akan ada lantunan doa yang penuh khidmat. Suasana di dalam masjid An-Najah seketika hening saat jemaah mulai menengadahkan kedua tangan mereka terangkat pelan. Kalimat doa yang terucap begitu menyentuh, memohon perlindungan, pertolongan, dan kebaikan bagi para anak-anak. Doa selesai, namun rangkaian acara belum selesai sampai di situ. MC acara memberikan arahan untuk segera berkumpul dengan musyrif masing-masing.
Arahan ini memberikan tanda peralihan dari sekolah menuju kegiatan keasramaan, para orang tua pun mulai beranjak secara tertib, membentuk lingkaran di sudut-sudut masjid dan selasar teras An-Najah. Dalam sesi ini, para musyrif membagikan cerita pengalaman berbagai hal tentang anak para wali murid, mulai dari perkembangan bangun tidur, sholatnya, sering terlambat atau tidak, dan lain-lain. Kerap kali orang tua juga menanyakan hal-hal lain. Sesi ini berjalan lancar, sekaligus menjadi penutup administrasi yang menenangkan hati sebelum mereka akhirnya diperbolehkan balik ke rumah masing-masing.
Leave a Comment