Apa Itu Syarat Kecakapan Laksana?
Sebelum kita masuk ke pembahasan SKU Laksana, mari kita bahas dulu, ada apa saja sih pangkat-pangkat di Pramuka Penegak. Dalam Pramuka Penegak terdapat 3 pangkat, yaitu BANTARA untuk pangkat paling rendah, kemudian pangkat Laksana yang akan kita bahas saat ini, dan pangkat Garuda yang merupakan pangkat tertinggi dalam pangkat Pramuka. Arti Laksana sendiri dalam gerakan Kepramukaan adalah mencerminkan pemimpin muda yang sudah siap mengemban amanah, serta siap bertugas dalam membangun masyarakat. Untuk mendapat pangkat ini juga para anggota Pramuka harus mengisi sebuah buku khusus yang disebut buku Syarat Kecakapan Umum. Dalam buku ini mereka harus melakukan tugas yang tertulis dan mendapatkan tanda tangan.
Langkah Demi Langkah Menuju Pramuka Laksana
Perjalanan mereka dalam perayaan hari ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, namun terdapat ratusan perjuangan mereka, termasuk perjuangan mereka dalam kegiatan BANTARA sebelumnya. Dalam minggu-minggu itu mereka dilatih mental kerja sama serta kedisiplinannya. Dalam hari-hari itu juga mereka dipaksa dalam mengisi SKU BANTARA. Mereka juga harus meminta tanda tangan kakak-kakak Pramuka serta ketua organisasi. Berbagai tugas di luar akal pun harus mereka lakukan, seperti menjual makanan ataupun berlari keliling asrama. Setelah itu juga mereka harus mereka harus berjalan sekitar 25 kilometer. Perjalanan ini melatih anggota dalam mempertahankan mental dan sikap kerja sama tim dalam tekanan perjalanan jarak jauh.
Perjalanan Panjang Sebelum Bantara
Sebelum mereka bisa di titik sejauh ini, awalnya mereka sama saja seperti anak yang lain. Anak yang mengikuti Pramuka rata-rata hanya karena hobi masing-masing atau pun hanya karena mencari kesibukan, namun semua alasan itu berubah semenjak dilaksanakannya BANTARA. Saat BANTARA, para anak Pramuka benar-benar diuji habis-habisan ketahanan mentalnya. Nyaris setiap malam mereka dikumpulkan di lapangan, diteriaki, dan dicerca akibat kesalahan personal.
Anak-anak Pramuka juga harus meminta tanda tangan kakak-kakak Dewan Ambalan untuk tugas tambahan selain pengisian SKU. Demi mendapat tanda tangan juga mereka harus rela mempertaruhkan harga dirinya karena tugas-tugas yang disampaikan tidak masuk akal, seperti berteriak keliling asrama, membersihkan kamar mandi, atau mengangkut galon menuju kamar kakak kelas. Setelah itu, di hari Jumat dan Sabtu mereka berkemah di lapangan Palestina. Berbagai aktivitas pun harus dilakukan, seperti memasak, membangun tenda, dan keesokan harinya mereka harus bermain gim-gim yang membutuhkan kerja sama. Aktivitas-aktivitas itu harus mereka lakukan demi mendapat pangkat Bantara yang akan dipakai di atas pundak mereka.
Keringat Darah Meraih Laksana
Setelah sebulan sejak pelantikan Dewan Ambalan yang baru, sekarang saatnya mereka untuk menaikkan pangkat mereka menuju Laksana. Sebenarnya dalam pelatihan ini tidak ada aturan ataupun jadwal yang mencekik layaknya BANTARA yang terlaksana seminggu penuh, namun kali ini para anggota harus menyesuaikan waktunya dengan kesibukan masing-masing, misalkan kesibukan seperti organisasi lain atau ekskul. Dalam tahap ini juga pengerjaan SKU naik level. Di setiap tugasnya rata-rata mereka harus membuat sebuah tulisan atau praktik langsung ke lapangan. Salah satu tugas yang paling susah dalam SKU ini adalah pelaksanaan pengembaraan. Alasan pengembaraan ini menjadi jarak yang tersusah adalah karena mereka harus berjalan jauh sekitar 25 kilometer.
Pengembaraan Melintasi Indramayu Sampai Subang
Awal perjalanan dimulai dari SMAIT As-Syifa Wanareja. Para calon Laksana ditutup matanya dengan syal kemudian digiring ke atas angkot. Perjalanan dari sekolah menuju titik awal perjalanan kurang lebih menghabiskan waktu selama satu setengah jam. Setelah sampai di titik awal perjalanan, para anggota calon Laksana dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka berjalan bergantian secara pelan-pelan. Dalam perjalanan ini kakak Dewan Kehormatan juga sudah siap di beberapa pos.
Perjalanan pun dimulai. Dalam perjalanan awal ini kurang lebih para calon Laksana menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer sebelum akhirnya tiba di pos pertama. Di pos pertama ini anggota dilatih tentang ilmu peraturan baris-berbarisnya. Salah satu yang menjadi tantangan di sini adalah mereka harus melakukan gerakan baris-berbaris sambil menutup mata. Kadang-kadang dalam tantangan ini masih terlihat calon Laksana yang salah. Beberapa calon Laksana yang masih salah terkadang mendapat hadiah spesial dari Dewan Kehormatan.
Setelah pos satu selesai, mereka berjalan lagi sejauh 10 kilometer menuju masjid yang terletak di dekat PT Dahana. Ini adalah pos terakhir yang mereka kunjungi sebelum menuju pos final. Dalam pos ini murid-murid dites tentang ilmu tali-temali dan simpul-simpul, terus juga dites pengetahuan mereka tentang PBB dan ASEAN. Di sini juga mereka harus menulis tentang penyakit yang tidak sehat. Setelah tugas-tugas yang cukup banyak di pos ini usai, para calon Laksana diarahkan shalat Ashar sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos terakhir yang terletak di Masjid Al-Afif.
Perjalanan menuju pos terakhir ini adalah perjalanan yang paling melelahkan, karena dalam perjalanan ini calon Laksana harus memungut tiga karung sampah dan harus mengangkatnya sampai pos terakhir. Dalam perjalanan ini sikap kerja sama dan kepedulian satu sama lain cukup penting. Kadang-kadang dari mereka bergantian membawa tas yang dipikul atau memanggul karung sampah yang sudah diikatkan di kota. Dalam perjalanan ini canda tawa dan teriakan semangat terus terdengar dari masing-masing murid. Teriakan itulah yang menjadi tenaga akhir mereka hingga sampai di pos akhir. Setelah sampai di pos akhir, calon Laksana ditanyakan lagi tentang penyakit-penyakit yang terjadi di bagian intim. Setelah itu murid dipersilakan istirahat sambil menunggu peserta lain sampai. Setelah shalat Maghrib, murid-murid diarahkan kembali menuju ke kampus SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja.
Sangga Kerja Tambahan
Sekaligus pelaksanaan pengisian SKU Laksana anak-anak Dewan Ambalan, terdapat juga anak-anak kelas sebelas yang mengisi SKU Bantara. Mereka adalah anak-anak yang diberikan kesempatan kedua untuk mendapatkan sertifikat Garuda. Secara organisasi Dewan Ambalan, mereka bukanlah anggota DA, namun sebagai Sangga Kerja, atau anggota yang akan membantu Dewan Ambalan saat kegiatan atau mengajar di hari Sabtu. Namun perbedaannya, mereka harus mengisi SKU ke anak-anak calon Laksana. Waktu pelantikan mereka juga sama seperti pelantikan Pramuka Laksana.
Pelantikan Laksana dan Bantara
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih. Anggota-anggota di sana sudah berbaris rapi di dalam Aula Khadijah. Pelantikan kali ini dilaksanakan secara unik, karena kali ini untuk pertama kalinya pelantikan disatukan antara ikhwan dan akhwat, namun dengan batasan sebuah pembatas di tengah aula.
Apel pelantikan dimulai dengan pembacaan Trisatya yang dibacakan oleh akhwat, kemudian Dasa Darma yang dibacakan ikhwan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Ketetapan yang menanyakan kesediaan murid untuk menjadi Laksana dan Bantara. Terdengar suara para anggota yang berkata siap sedia dengan nada menghayati. Setelah pembacaan SK selesai, Ustadz Soleh mulai membacakan amanatnya. Dalam amanatnya, Ustadz Soleh menyampaikan bahwa mereka, anak-anak Pramuka, harus siap membantu rakyat dan siap memakai ilmunya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Setelah penyampaian amanat, selesai jugalah apel upacara pelantikan. Setelah itu kegiatan dilanjutkan ke sesi foto bersama. Setelah sesi foto bersama, para anak Pramuka diarahkan kembali menuju sekolah karena masih ada jadwal KBM yang harus dituntaskan. Harapannya, setelah pelantikan Pramuka dan perjalanan perjuangan meraih balok Bantara dan Pramuka Laksana, bisa menjadi inspirasi murid dalam melatih kesabaran atau menguatkan kerja sama tim dalam Kepramukaan.
