
foto saat pelaksanaan Kegiata As-Syifa Leadership Academy di aula Khodijah
Siang itu, atmosfer di Aula Khadijah terasa jauh lebih riang ketika para peserta A.L.A (As-Syifa Leader Academy) memasuki ruangan dengan semangat berapi-api. Pada kesempatan kali ini, materi disampaikan oleh Ustaz Megi Hartandi selaku Pembina Badan Eksekutif Murid (BEM) untuk mempersiapkan calon anggota BEM periode 2026–2027 yang akan mengabdi pada semester mendatang. Bagaimana keseruannya? Mari kita bahas.
As-Syifa Leader Academy atau disingkat A.L.A merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Divisi MSDA (Manajemen Sumber Daya Anggota) sebagai wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan public speaking maupun kepemimpinan. Kegiatan ini juga diisi oleh guru-guru dan pemateri yang berkompeten di bidang public speaking. Pelaksanaan As-Syifa Leader Academy berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh murid kelas sepuluh yang telah terseleksi. Acara ini juga sangat didukung oleh guru karena guru berharap bahwa acara ini bisa membawa dampak positif ke Lingkungan SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja
Tujuan pelaksanaan kegiatan A.L.A(As-Syifa Leadership Academy) adalah mengembangkan murid-murid yang memiliki potensi dan bakat dalam bidang public speaking serta mempersiapkan mereka untuk bergabung ke organisasi yang telah ditentukan, seperti BEM, Dewan Ambalan, dan Multimedia. Murid yang terseleksi dalam kegiatan As-Syifa Leader Academy juga akan memperoleh kemudahan dalam proses seleksi organisasi yang diminati.
Hari pertama A.L.A diisi dengan seminar public speaking yang dibawakan oleh Kak Candra. Ia merupakan salah satu pemateri yang berpengalaman di bidang public speaking. Dalam kegiatan tersebut, Kak Candra mengajarkan bagaimana menjadi pembicara yang baik dan percaya diri di depan umum. Para peserta A.L.A mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian tanpa terlihat raut paksaan. Sesekali, terdengar berbagai pertanyaan yang dilontarkan untuk menjawab rasa penasaran para murid yang hadir.
Hari kedua diisi dengan materi mengenai master of ceremony atau yang lebih dikenal dengan MC. Pada sesi ini, murid-murid diajarkan cara memandu acara dengan baik, mulai dari postur tubuh, intonasi suara, hingga cara mengatasi rasa gugup saat berada di atas panggung. Materi tersebut disampaikan oleh Kak Ilman yang telah berpengalaman di bidang master of ceremony. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan langsung ilmu yang telah dipelajari. Tawa para murid pun pecah ketika melihat teman-temannya tampil di depan. Kegiatan ini dinilai sangat membantu para peserta dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Hari ketiga menjadi penutupan kegiatan sekaligus malam kebersamaan bersama para peserta. Pada malam itu, peserta menonton film Korea berjudul The Wailing. Film tersebut menceritakan seorang polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan misterius di sebuah desa di Korea Selatan. Nuansa horor yang hadir sepanjang film membuat suasana menonton terasa menegangkan dan seru.
Para peserta A.L.A yang menonton pun tampak tegang ketika satu per satu petunjuk dalam film mulai terungkap. Sambil ditemani makanan ringan kering yang disediakan panitia, malam itu menjadi momen yang menegangkan sekaligus berkesan karena kebersamaan para peserta semakin terasa. Tidak ada acara penutupan yang mewah ataupun pesta meriah, tetapi kebersamaan selama tiga hari itulah yang membuat hubungan antar murid menjadi semakin dekat.
“Menurut saya acara A.L.A ini merupakan inovasi yang sangat baik dan bermanfaat bagi para murid. Jarang sekali ada program pengembangan Skill Public Speaking Yang dilakukan Sekolah, padahal Public Speaking adalah Skill yang sangat penting di era modern zaman sekarang, dimana kita sudah tidak lagi beradu dengan bedil tapi beradu dengan gagasan dan kata-kata untuk mengalahkan atau eliminasi satu sama lain” tutur Athar Kamil Habibie sebagai salah satu peserta A.L.A yang cukup aktif saat pelaksanaan kegiatan
Harapannya, program A.L.A dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan anggota BEM pada periode berikutnya sekaligus menginspirasi murid lain untuk mencoba berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM beserta divisi-divisinya. Bagi murid yang belum terseleksi untuk mengikuti A.L.A, tidak perlu berkecil hati karena masih banyak kegiatan serupa yang mungkin akan kembali diselenggarakan di masa mendatang.
Leave a Comment