Santri sedang Mengikuti Acara Dream Achiever Exzellenz
8 Januari 2025– Atmosfer di Aula Khadijah terasa penuh semangat saat dimulainya kegiatan Dream Achiever. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 ini adalah sebuah acara yang diselenggarakan Exzellenz Institut, bertujuan untuk membantu para murid merencanakan masa depannya, terutama bagi murid yang ingin melanjutkan universitas ke luar negeri. Materi diisi oleh pak Faizal Bilal, direktur dari Exzellenz Institut dan Pak Abdul Latif Asidiq sebagai fasilitator kegiatan. Kegiatan ini juga hanya diikuti oleh seluruh murid kelas sepuluh SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja
Exzellenz Institut adalah sebuah lembaga pendidikan persiapan studi luar negeri bertujuan tiga negara utama yaitu Jerman, Prancis dan Turki. Aktivitas yang diikuti cukup beragam dari kursus bahasa asing, persiapan akademik, persiapan dokumen masuk seperti Passport dan pendalaman budaya di studi luar negeri yang akan dituju
Alasan Exzellenz Institut hanya memilih tiga negara saja dikarenakan menurut Exzellenz Institut ketiga negara itu mempunyai kualitas terbaik dalam mengajar mahasiswa dan menghasilkan sarjana-sarjana kualitas internasional dengan biaya rendah yang diharapkan bisa membangun tanah air ini menjadi lebih baik.
Kegiatan dimulai pembukaan oleh Ustaz Sholeh Aziz, menurut ustaz Sholeh Aziz masa depan bukan hanya sebatas dunia, namun tentang akhir dunia setelah kematian, terus dilanjut tilawah yang dibaca oleh Ghulwani Fadlurohman Valyadif, setelah itu ke materi yang disampaikan oleh perwakilan Exzellenz Institut.
Materi diawali dengan persentase pemimpin daerah sampai nasional yang kekurangan sampai sekitar dua ribu pemimpin daerah, Exzellenz Institut sengaja memberikan persentase pemimpin daerah untuk memotivasi murid-murid agar bisa menggantikan peran pemimpin daerah tersebut di masa mendatang. Materi berlanjut membahas tantangan yang dihadapi umat islam, khusunya terkait upaya melemahkan akidah dan keimanan, sebagaimana disampaikan oleh pak Bilal Faisal, menurut pak Faizal Bilal.
Materi dilanjutkan motivasi dari pak Faisal Bilal, Dalam penyampaiannya, pak Faisal Bilal juga memotivasi para murid agar berpean aktif dalam menentukan masa depan mereka sendiri dan tidak menjadi penonton saja di kehidupan yang mereka jalani sendiri atau malah terbawa arus kehidupan orang lain dengan mudah.
Dari puluhan universitas di seluruh dunia, Exzellenz Institut memberikan teknik cara lulus ke tiga negara yaitu Prancis, Jerman dan Turki dengan catatan setiap ketiga negara ini punya kriteria yang berbeda dalam memilih calon mahasiswa barunya. Berikut kriteria dan benefit di ke tiga negara yang dipilih oleh Exzellenz institut.
Jerman membuka penerimaan mahasiswa dua kali dalam setahun di musim panas dan musim dingin, dengan biaya rata-rata per semester tiga setengah juta rupiah dan biaya hidup sekitar dua belas juta per bulan. Kriteria calon mahasiswa barunya adalah Lulusan Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah, nilai ijazah paling minimal 7 sementara untuk kedokteran 8, level bahasa paling minimal C1 dan beberapa tes tambahan oleh pemerintahan Jerman.
Prancis menerima mahasiswa baru setiap satu tahun sekali tanpa biaya daftar ulang, biaya per semester sekitar dua jutaan dan biaya hidup 10-15 juta rupiah per bulan dengan kriteria nilai ijazah paling minimal 78, merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas sederajat dan level bahasa paling rendah B2 atau C1.
Turki memberikan spesifikasi cukup tinggi ke calon mahasiswa barunya dengan nilai ijazah minimal 7 dan penguasaan bahasa sampai B2, minimal lulusan Sekolah Menengah Atas, benefit yang diraih juga cukup banyak dari biaya kuliah yang tidak sampai lima juta selama sebulan dan biaya hidup yang cukup rendah bagi seluruh mahasiswa.
Portofolio merupakan bagian penting di setiap jenjang pendidikan terutama bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi luar negeri, maka dengan keyakinan itu Exzellenz Institut memberikan pengarahan untuk mengisi portofolio dari kelas sepuluh agar isi portofolio bisa maksimal dan diapresiasi di universitas yang dituju
Menurut Exzellenz Institut, beberapa langkah memperbagus portofolio antara lain memberikan bukti prestasi akademik, pengalaman organisasi yang relevan, pengabdian masyarakat yang berpengaruh, karakter diri yang terbukti, dan passion dikelola secara baik., beberapa poin ini menurut Exzellenz Institut bisa memberikan nilai tambahan untuk portofolio di masa mendatang
“Acara kemarin terasa sedikit membosankan tetapi sangat baik untuk masa depan kita, karena pada saat itu kita itu dituntut untuk memikirkan masa depan kita itu harus seperti apa? Kita di event dream achiever itu kita disediakan beberapa kertas dan dari kakak-kakak dream achiever itu mengarahkan dan membantu apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dipersiapkan untuk tujuan kita. Selain mereka membantu untuk tujuan kita, mereka membantu apa saja yang dipersiapkan untuk kuliah di luar negeri seperti Jerman, Prancis, Turki, dan lain-lain. Apa saja yang diberikan contohnya ada apa aja sih yang dipersiapkan untuk PTLN? dari dana, pelajaran yang harus dipersiapkan, bahasa yang harus dipersiapkan, dan mental yang kuat.” ucap seorang murid dalam sesi tanya jawab seputar kegiatan Dream Achiever.
Setelah runtutan kegiatan berakhir, maka usai juga kegiatan Dream Achiever. Kegiatan dilanjutkan menuju shalat Ashar berjamaah dengan seluruh murid di aula Khodijah, setelah itu para murid diarahkan menuju asrama dan dipersilahkan melakukan aktivitas masing-masing, dengan mimpi besar dan visi baru di benak mereka. Harapannya setelah pemaparan Dream Achiever dari lembaga Exzellenz Institut, santri diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para murid dalam mempersiapkan masa depan yang lebih terarah dan terpimpin, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dalam pembangunan maupun pemerintahan.
Murid yang menempuh pendidikannya di SMAIT As-Syifa Wanareja, dan merupakan alumni dari SMPIT As-Syifa Wanareja yang berorganisasi di As-Syifa Digital Creative Divisi Jurnalistik