Santri Graviesca sedang Goes To Campus
Subang, 9 Februari 2026–Agenda tahunan yang paling dinanti oleh para santri, Goes To Campus, kembali digelar sebagai tonggak sejarah bagi Angkatan VIII SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja, Graviesca. Berlangsung selama tiga hari pada 5 sampai 7 Januari 2026, kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar kunjungan akademis tetapi juga menjadi momen rihlah atau wisata edukasi. Selain menjajaki dunia perkuliahan, para santri diajak mentadabburi alam melalui kunjungan ke berbagai destinasi wisata untuk memperkaya pengalaman intelektual dan spiritual mereka.
Goes To Campus merupakan acara tahunan SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja, dimana hanya satu kali dilaksanakan pada setiap angkatan. Santri akan diajak berkunjung ke kampus-kampus negeri untuk mempelajari kehidupan kampus serta mendapatkan materi dari perwakilan kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan santri untuk menghadapi dunia perkuliahan dan membantu mereka memahami proses penerimaan mahasiswa dari suatu kampus.
Tujuan utama dari kegiatan ini sangat jelas dan terukur: menyiapkan mental dan wawasan santri dalam menghadapi dunia perkuliahan yang semakin kompetitif. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan membantu mereka memahami secara mendalam mengenai proses penerimaan mahasiswa baru, yang seringkali menjadi momok menakutkan bagi siswa tingkat akhir.
Sejak dahulu, Goes To Campus biasanya diadakan di Yogyakarta, dengan tujuan kampus-kampus yang berada disana. Sebenarnya hal ini bukan merupakan suatu aturan, namun memang kesepakatan FOMG SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja dari tahun ke tahun. Mengubah tujuan Goes To Campus boleh namun merupakan hal yang jarang terjadi.
Pemilihan Yogyakarta sebagai destinasi utama bukan tanpa alasan yang fundamental. Sebagai “Kota Pelajar”, Yogyakarta menawarkan atmosfer akademik yang kental sekaligus nilai-nilai historis yang relevan dengan pembentukan karakter santri. Bagi angkatan Graviesca, perjalanan menuju jantung budaya Jawa ini bukan sekadar berpindah tempat tidur, melainkan sebuah manifestasi dari keseriusan mereka dalam menjemput impian pasca-kelulusan.
Rangkaian kegiatan dimulai tepat saat fajar menyingsing dari kampus SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Meski harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, antusiasme terpancar jelas dari wajah para santri. Jadwal kegiatan yang disusun panitia tergolong sangat padat (hectic), namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Para santri berangkat dengan senyum semringah, penuh rasa ingin tahu menanti pengalaman apa yang akan mereka temui di hadapan mereka.
Tujuan yang menjadi sorotan utama adalah Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di sana, Graviesca tidak hanya datang sebagai turis, melainkan sebagai delegasi pelajar. Mereka diterima langsung oleh perwakilan humas dan mahasiswa dari berbagai fakultas. Sesi ini menjadi momen krusial bagi para santri untuk memperbaiki pemahaman mereka mengenai ketatnya persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Materi yang disampaikan oleh pihak universitas sangat komprehensif, mencakup strategi pemilihan jurusan yang tepat melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), trik menaklukkan soal-soal SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), hingga pengenalan jalur mandiri yang memiliki spesifikasi tersendiri. Suasana diskusi berjalan sangat hidup. Para santri terlihat aktif berdialog dan tidak ragu melemparkan pertanyaan kritis. Topik diskusi berkembang mulai dari prospek kerja lulusan, akreditasi prodi, hingga tips praktis bertahan hidup (survival guide) bagi mahasiswa rantau, khususnya bagi mereka yang terbiasa hidup di asrama (boarding school) dan harus bertransformasi menjadi mahasiswa umum.
Dialog interaktif ini terbukti sangat efektif. Wajah-wajah yang sebelumnya tampak tegang memikirkan masa depan, perlahan mulai rileks. Informasi yang valid dari sumber utama mampu meringankan kecemasan yang selama ini menghantui pikiran mereka terkait masa depan yang seringkali tampak abu-abu dan tidak pasti.
Tidak melulu soal akademik, Goes To Campus juga menyisipkan agenda tadabbur alam. Di sela-sela kepadatan jadwal kunjungan universitas, para santri diajak mengunjungi destinasi wisata untuk menyegarkan pikiran. Keseimbangan ini penting agar para santri tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kepekaan spiritual dan emosional yang baik.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, besar harapan sekolah agar Angkatan VIII Graviesca memiliki visi yang lebih jernih mengenai masa depan mereka. Goes To Campus bukan akhir dari perjuangan, melainkan garis start sesungguhnya menuju gerbang perguruan tinggi impian.
Murid di SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja sejak 2024, yang sebelumnya juga menempuh pendidikan tingkat menengah pertama di SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Saat ini aktif sebagai Ketua Divisi Jurnalistik Tim Media Sekolah.