4 Juni 2026- Senja menyinari SDN Cikendung, terlihat di lapangan sekolah para panitia Sekolah Kerja Nyata menyiapkan berkarung-karung baju yang akan dijual ke warga-warga Cibitung dengan harga yang begitu terjangkau. berduyun-duyun warga datang saat akhirnya kegiatan Serba Lima Ribu atau disingkat SERMABU akhirnya dibuka saat sore itu, senyum para ibu yang melihat berbagai baju disediakan menjadi tanda positif pelaksanaan kegiatan SERMABU sore itu.
Setelah kegiatan SERMABU, para ibu-ibu yang suda selesai hunting baju kembali kerumahnya masing-masing untuk menyiapkan makanan malam itu, makan malam terasa lebih spesial karena bertepatan lebih satu hari setelah idul adha dan kegiatan kurban dari Sekolah Kerja Nyata Zeforta. Kali ini makan malam disuguhi sate kambing dan beberapa gorengan yang terlihat didepan mata, sementara beberapa rumah lain ada juga membuat kegiatan masak sate bersama dengan para panitia Sekolah Kerja Nyata
Mengenal Sekolah Kerja Nyata 2026
Sekolah Kerja Nyata merupakan sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh murid dari SMAIT As-Syifa Wanareja. Kali ini, Sekolah Kerja Nyata Zeforta akan dibarengi dengan berbagai kegiatan seru seperti SERMABU, BASA, LANDAK dan berbarengan dengan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Kali ini pelaksanaan Sekolah Kerja Nyata dilaksanakan di desa Cipunegara dengan nama bagian Desa Cibitung.
Semaraknya SERMABU
Kali ini program Sekolah Kerja Nyata setelah Berkurban adalah Kegiatan SERMABU(Serba Lima Ribu). Sore itu ibu-ibu yang sudah menerima daging sembako dari hasil pemotongan bergegas pergi menuju SDN Cikendung yang terletak di RW 09. dalam perjalanan menuju tempat SERMABU terdengar obrolan para ibu-ibu sedang menebak-nebak jenis pakaian ap
a yang dijajakan oleh Panitia Sekolah Kerja Nyata.
Sebetulnya, di kegiatan SERMABU ini banyak sekali pakaian-pakaian dijajakan, dari baju anak kecil, seragam sekolah, jaket, sampai daster yang begitu khas dengan selera emak-emak. Rata-rata pakaian yang diberikan panitia Sekolah Kerja Nyata adalah wakaf dari orangtua murid yang ingin ikut serta dalam mensukseskan kegiatan Sekolah Kerja Nyata yang tidak ditempuh dengan cara pemberian dana, namun melewati pemberian-pemberian barang bekas yang masih layak pakai.
Senja kala itu menjadi puncak dari kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 di Cibitung, canda tawa dan obrolan para ibu-ibu yang sedang melihat-lihat pakaian yang dijajakan menjadi nilai positif kegiatan SERMABU. Para ibu-ibu yang sudah selesai hunting pakaian kemudian kembali ke rumahnya masing-masing untuk mempersiapkan makanan spesial di malam itu.
“Menurut saya kegiatan SERMABU ini ad
alah kegiatan yang bagus, karena akhirnya saya bisa membeli pakaian untuk anak-anak saya, baju yang di kasih juga masih bagus-bagus jadi kepake banget untuk kebutuhan penting, panitia-panitia penjualnya baik banget bikin saya betah di acara SERMAbu ini” ucap salah satu ibu-ibu yang ikut jualan di paa
Masak Sate Bersama di Rumah Asuh Masing-masing
Malam itu ibu-ibu yang sudah beres menyiapkan bahan-bahan untuk bakar-bakar malam itu, mengajak para anak asuhnya untuk masak sate bersama. Senda gurau dan topik pertanyaan seputar pesantren menjadi bahan jembatan obrolan antara murid dengan orang tua asuh. Semerbak wangi bumbu sate menggelegar membuat siapa saja yang menghirup baunya menjadi keroncongan, tusuk demi tusuk sate mulai disantap oleh anak-anak ataupun dengan orangtua asuh yang ikut membantu. Malam itu menjadi malam yang begitu hangat dan tenang sambil ditemani beberapa tusuk sate yang menggugah selera.
“Menurut saya acara masak sate bersama di malam hari, adalah sebuah kegiatan yang tak pernah saya lakukan dimanapun, apalagi obrolan bapak dan ibu asuh yang terus menanyai saya di pesantren, membuat diri saya merasa dihargai karena pada zaman ini khususnya santri itu jarang dilirik sebagai orang yang berpengaruh. Saya juga sekarang merasa lebih dekat dengan orangtua asuh karena di malam itu bapak asuh saya menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Jawab salah satu panitia saat sesi tanya jawa seputar kenangan apa yang paling membekas di acara Sekolah Kerja Nyata ini.
Jam demi jam berlalu, akhirnya seluruh sate pun akhirnya tandas dimakan oleh penghuni rumah. Satu per satu murid yang menempati rumah mulai pamit ke orangtua asuh untuk beristirahat karena besok pagi akan ada kegiatan-kegiatan lainnya yang harus mereka siapkan, sementara itu di latar rumah, orang tua asuh masih mengobrol satu sama lain, mereka tidak menyangka bahwa malam ini adalah malam yang begitu tenang dan hangat.
Harapannya setelah keseruan kegiatan SERMABU dan Masak Sate bersama usai, bisa menjadi pahala jariyah bagi orangtua yang memberi baju bekas ataupun menggelontorkan uangnya untuk keperluan Sekolah Kerja Nyata, dan barang-barang yang diberikan bisa berguna untuk masyarakat-masyarakat Desa cibitung.



