Pelaksanaan Tahsin dan Tahfidz Pegawai

Senin, awal bulan Muharram 1442 H atau akhir Agustus 2020 segenap civitas akademika SMAIT Assyifa Boarding School Wanareja Subang melalui program Talaqqi Quran menegaskan kembali terhadap Visi Misinya! Generasi Visioner Menuju Peradaban Rabbani!

Ciri utama Peradaban Rabbani membumikan al-Quran. Seperti yang disampaikan Ust Gozali selaku kepala sekolah dalam sambutannya, bahwa disebutkan dalam hadits shahih Abu Musa Al-Asy’ary, riwayat Imam Bukhari dan Muslim; 4 perumpamaan pembaca Al-Quran, yaitu,
1. Mengimani Al-Quran, membacanya dengan fasih, menghafalnya, mengetahui hukum-hukumnya dan mengamalkannya ibarat buah Utrujah, harum mewangi dan rasanya enak sekali! Tampilan dan isi serasi! Semoga kita masuk kelompok ini dan berusaha meraihnya. Amin

2. Mengimani Al-Quran, mengetahui cara membacanya, terlihat dari akhlak dan perilakunya, namun ia abai, tidak membacanya?! Ini ibarat buah kurma, rasa manis namun tidak wangi! Isi bagus, namun terlihat lusuh dan kusam.

3. Seorang munafik, yang paham al-Quran, membacanya, menghafalnya, namun tidak nampak dalam akhlak dan perilakunya, Al-Quran hanya sampai tenggorokannya saja! Ia ibarat buah Raihanah, tampilan menarik, namun isinya busuk!

4. Seorang munafik, mengaku Islam, namun ia tidak mengimani Al-Quran, tidak bisa baca Al-Quran, apalagi memahaminya, tidak nampak juga dalam akhlak dan perilakunya, ia ibarat buah Handzalah isinya busuk, tampilannya juga menjijikkan!

Semoga kita dijauhkan dari kelompok yang ke 2, 3 dan 4!

Secara teknis, Ust Agus Supriatna sebagai penanggung jawab kegiatan menjelaskan, bentuk kegiatan ini fokusnya ada 3, yaitu; target tilawah, target tahsin, dan target tahfizh. Program ini dibuat sampai dengan bulan Desember 2020, dan tentunya akan ada evaluasi, perbaikan dan peningkatan di tahun 2021.

Semoga ikhtiar ini, sebagai wujud nyata membumikan Al-Quran menyongsong peradaban gemilang!

Kutipan Hadits Shahih riwayat Imam Bukhari, Muslim dan yang lainnya:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. رواه البخارى ومسلم وأبو داود والترمذى والنسائى.

Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Alquran adalah bagaikan ‘al-Utrujjah’. Aromanya harum dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah bagaikan ‘tamar, kurma’. Aromanya tidak ada dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq yang membaca Alquran adalah bagaikan ‘ar-Raihanah’. Aromanya harum dan rasanya pahit. Perumpamaan seorang munafiq yang tidak membaca Alquran adalah bagaikan ‘al-Hanzhalah’. Aromanya tidak ada dan rasanya pahit.