
18 September 2026 terdengar obrolan para murid-murid organisator multimedia sedang berbincang-bincang sebelum acara Workshop Media Sekolah dimulai. Di sini, para tim media dari masing-masing unit (unit putra dan unit putri) dihadirkan di tempat yang bersamaan di Aula Khadijah sambil memperhatikan batas syariat antarmahram. Acara ini juga dilaksanakan dari pukul tujuh pagi sampai dua belas siang. Di sini, para tim media diajarkan bagaimana cara membagi tim sesuai dengan kompetensi masing-masing pribadi anggota.
Apa Itu Workshop Media Sekolah?
Workshop Media Sekolah adalah sebuah kegiatan tahunan yang diprogramkan oleh media yayasan untuk menunjang kemampuan anggota multimedia agar siap bekerja dalam satu kabinet ke depan. Di sini, para anggota diajarkan bagaimana cara membuat konten yang baik dengan prinsip “media yang terencana, konten yang bermakna”.
Sementara itu, pada siang harinya, tepat setelah salat Jumat, para anggota multimedia dan seluruh organisasi lain yang memiliki hubungan kemediaan diarahkan menuju Aula Khodijah untuk melakukan sesi diskusi seputar peminjaman barang media dan publikasi konten media sosial di masing-masing organisasi.
Keseruan Workshop Media Bersama Pengajar dari Yayasan
Sambutan oleh Berbagai Lapisan Media
Acara dimulai pukul tujuh pagi, diawali oleh pembacaan tilawah oleh Muhammad Fawwaz Al-Zahrowi, kemudian dilanjutkan dengan penyambutan oleh Ariq Tirtayasa Febrain yang merupakan ketua As-Syifa Digital Creative tahun kabinet 2025–2026. Ia menjelaskan dalam sambutannya tentang beberapa evaluasi kekurangan-kekurangan kabinetnya, seperti konten yang telat, persiapan-persiapan kegiatan besar, serta kekonsistenan yang menurun semenjak akhir kabinet.
Setelah penyambutan dari Ariq Tirtayasa Febrain beres, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh WKS Sarpras Sekolah, yaitu Ustaz Anis Fahrurozi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sejak zaman Nabi Muhammad saw., peran media sudah ada. Media dahulu tidak menggunakan alat digital, namun menggunakan surat untuk memperantarakan dakwah kepada raja-raja yang terletak di luar Arab. Ustaz Anis juga menjelaskan bahwa materi atau ilmu yang dimiliki oleh seseorang tidak berguna jika tidak dibarengi dengan akhlak yang baik, karena menurut Ustaz Anis, tanggung jawab di media itu cukup besar.
Usai penyambutan oleh Ustaz Anis beres, penyambutan terakhir oleh Angga Muhammad Aulia, S.Kom. sebagai salah satu koordinator media SMAIT As-Syifa Wanareja. Dalam sambutannya, Ustaz Angga menjelaskan bagaimana publikasi media itu harus tetap berjalan dan bagaimana teknis pelaksanaan Workshop Media Sekolah akan dilaksanakan hari itu.
Materi Media Sekolah dari Irfan Nurdiana
Setelah berbagai sambutan dari Ariq Tirtayasa, Ustaz Anis Fahrurozi, dan Ustaz Angga, kegiatan dilanjutkan menuju acara inti, yaitu penyampaian materi oleh Ustaz Irfan Nurdiana yang merupakan salah satu bagian dari Marketing Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Ustaz Irfan membagi tiga sesi materi, materi pertama adalah tata kelola tim dan perencanaan konten, materi kedua adalah liputan kegiatan, dan terakhir adalah pascaproduksi, batas revisi, dan jadwal tayang.
Di materi pertama, Ustaz Irfan menjelaskan bagaimana bentuk tim dan perencanaan konten itu begitu penting. Menurutnya, bayangkan dalam satu tim itu masih belum ada kesadaran masing-masing dalam pembuatan konten, kendala pengerjaan tertitik di satu orang, dokumentasi banyak, namun tidak digunakan semua. Ustaz Irfan di sini menerangkan bahwa di setiap anggota media itu harus ada pembagian divisi yang benar dan efektif, serta menganalisis beberapa konten untuk mengidentifikasi konten mana saja yang kemungkinan meledak. “Orang tepat, tugas tepat, konten tepat,” cakap Ustaz Irfan untuk menjelaskan seberapa penting pengaruh kemampuan dan kinerja anggota terhadap konten yang dihasilkan. Para anggota multimedia pun tercengang mendengar pemaparan dari Ustaz Irfan Nurdiana.
Usai materi pertama selesai, materi berlanjut ke liputan kegiatan. Di sini, Ustaz Irfan kembali menjadi pembicara utama. Ia menjelaskan bahwa perencanaan liputan sebelum kegiatan dimulai itu sangat penting karena dalam situasi seperti ini, para fotografer dan videografer juga harus tahu footage apa yang harus diambil agar nanti tidak terjadi kesusahan dalam editing atau pemilihan foto yang sesuai dalam pembuatan artikel. Tidak hanya persiapan dan perencanaan konten yang dimatangkan, tetapi juga persiapan alat yang menjadi penunjang penting dalam setiap pengambilan gambar.
Untuk tim dokumentasi, setiap alat seperti kamera, lensa cadangan, baterai cadangan, serta SD card begitu penting. Sementara untuk tim jurnalis, mereka harus menyiapkan seperti buku, pulpen, dan voice recorder sebagai bahan tambahan jika tulisan di buku belum mumpuni. Menurut Ustaz Irfan, persiapan alat itu begitu penting karena bisa jadi kita belum tahu medan apa yang akan dinanti saat peliputan.
Sementara untuk materi terakhir, Pak Irfan menjelaskan tentang pascaproduksi, seperti merekap konten di spreadsheet dan melakukan revisi video jika ditemukan sesuatu hal yang kurang pantas ditampilkan. Para anggota multimedia mendengarkan pemaparan ini begitu fokus dan riang. Setelah materi terakhir usai, para anggota diarahkan untuk kembali menuju sekolah dan mempersiapkan diri untuk kembali membahas diskusi media antarorganisasi lainnya.
Diskusi Media Antarorganisasi
Setelah jumatan beres, tepat setelah jadwal makan, para perwakilan organisasi media seperti AEC, PIK-R, ASKAR, Dewan Ambalan, dan Badan Eksekutif Murid bergabung dalam satu forum untuk membahas bagaimana teknis dokumentasi, pembuatan konten, dan publikasi, serta peraturan yang harus dipatuhi untuk upload. Di sini, As-Syifa Digital Creative sebagai publikasi utama harus memfilter atau memperingatkan media organisasi lain jika menemukan suatu konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.
“Menurut saya, kegiatan Workshop Media Sekolah itu begitu menarik dan seru karena di sini saya dan kawan-kawan media lain diajarkan bagaimana teknis-teknis pelaksanaan pembuatan konten dan persiapan liputan. Ustaz Irfan juga menjelaskan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti. Saya berharap bahwa ilmu-ilmu yang disampaikan`
ini bisa berguna bagi kabinet saya untuk satu tahun ke depan,” ucap salah satu anggota multimedia dalam tahap wawancara.
Setelah kegiatan selesai, para murid diarahkan untuk kembali menuju asrama untuk beristirahat. Harapannya, acara Workshop Media Sekolah ini bisa menjadi inspirasi dalam mempersiapkan kabinet ke depannya dan meningkatkan As-Syifa Digital Creative menjadi lebih baik dari kabinet sebelumnya.


