Perkembangan kecerdasan buatan mambawa perubahan yang sangat besar di dunia pendidikan. AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan) adalah teknologi yang membuat komputer mampu meniru cara berpikir manusia. Cara kerja AI secara umum adalah dengan menggabungkan kumpulan data dengan ilmu komputer. Selanjutnya, AI akan menyerap sejumlah data lalu menganalisanya untuk mengidentifikasikan pengenalan pola.
Saat ini, AI mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar yang memudahkan pelajar memahami materi, mengerjakan latihan, hingga mencari referensi dengan lebih cepat dan efisien. Dengan otomatisasi tugas-tugas administratif dan analisis data, AI memungkinkan para pengajar untuk lebih fokus pada pengajaran dan interaksi dengan siswa. Misalnya, AI dapat membantu dalam penilaian dan evaluasi sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan interaktif.
Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan AI juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah risiko ketergantungan berlebihan, di mana para pelajar menggunakan AI tanpa memahami proses berpikirnya. Selain itu, penggunaan AI untuk menyalin jawaban secara langsung dapat mengurangi kejujuran dan kemampuan berpikir kritis pelajar.
Oleh sebab itu, penggunaan AI dalam pendidikan perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai jalan pintas. Dengan pendampingan guru dan kesadaran pelajar, AI dapat menjadi teknologi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
Passionate Informatics Teacher at SMAIT Assyifa Boarding School Wanareja Subang | Empowering Students for Future Success in Technology